Selasa, 02 Februari 2010

Laporan penelitian tentang stroke

LAPORAN PENELITIAN TENTANG
PENGARUH GAYA HIDUP MODERN TERHADAP PENYAKIT STROKE PADA USIA MUDA


DISUSUN OLEH KELOMPOK 6 :
1. EDGAR GOMGOM S. S
2. EVELYN TIUR MARAYA
3. M. SOLEH G
4. VERONIKA YULIA S.
5. WIDYA MAULITA

SMA NEGERI 103 JAKARTA
JALAN MAWAR MERAH VI PERUMNAS KLENDER
TELEPON. 021-8622372, FAX. 021- 86601939
JAKARTA TIMUR 13460
TAHUN AJARAN 2009-2010


ABSTRAK

Penyakit stroke adalah salah satu penyakit dari beberapa penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Kesehatan pada system pembuluh darah sangat dipengaruhi oleh gaya hidup modern atau masa kini.
Adapun tujuan pembuatan laporan yang berjudul PENGARUH GAYA HIDUP MODERN TERHADAP PENYAKIT STROKE PADA USIA MUDA ini adalah untuk menambah wawasan para pembaca bahwa ternayata penyakit stroke tidak hanya menyerang orang-orang tua atau lansia tetapi juga untuk orang yang berusia muda.
Hipotesis yang dapat kami ambil melalui laporan ini adalah, penyakit jantung dan stroke adalah 2 penyakit yang sangat berkaitan. Apabila seseorang mengidap penyakit jantung, maka orang tersebut juga berpeluang besar terkena penyakit stroke, selain itu kesehatan setiap orang juga dipengaruhi oleh pola makan yang baik dan sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Sedangkan, metode yang kami gunakan pada pembuatan laporan ini adalah mencari sumber-sumber informasi yang berhubungan dengan penyakit stroke baik dari media cetak dan media elektronik.





HALAMAN PENGESAHAN

Laporan penelitian dengan judul PENGARUH GAYA HIDUP MODERN TERHADAP PENYAKIT STROKE PADA USIA MUDA yang disusun oleh kelompok 6 kelas XI IPA 1 Tahun Pelajaran 2009/2010 ini telah disetujui oleh :

Pembimbing materi,



Dra. Ratnawati M








KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karuniaNya, kami dapat menyusun dan menyelesaikan laporan penelitian kami yang berjudul PENGARUH GAYA HIDUP MODERN TERHADAP PENYAKIT STROKE PADA USIA MUDA.
Laporan penelitian ini kami buat selain untuk menamnbah wawasan para pembaca tentang pentingnya pengaruh gaya hidup terhadap penyakit stroke dan juga bertujuan untuk memotivasi para pembaca agar pembaca berinisiatif untuk mengubah pola makan dan pola gaya hidup sehari-hari serta dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga setelah menerapkannya hal tersebut memberikan pengaruh yang baik untuk kesehatan tubuh.
Dalam penyusunan laporan ini, tidak terlepas dari bantuan semua pihak. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu dalam pembuatan laporan ini. Akhir kata, tak ada gading yang tak retak. Begitu juga laporan ini yang memiliki kekurangan. Untuk itu, kami memohon maaf atas kesalahan-kesalahan yang ada dan kami siap menerima kritik serta saran untuk terus memperbaiki laporan ini.

Jakarta, 01 Februari 2010


Penulis
DAFTAR ISI
Halaman judul
Abstrak
Lembar pengesahan
Kata pengantar
Daftar isi
Bab I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
I.2 Tujuan
I.3 Identifikasi
I.4 Permasalahan
I.5 Perumusan Masalah
Bab II METODE PENELITIAN
II.1 Hipotesis
II.2 Metode dan Rancangan penelitian
II.3 Populasi dan sampel
II.4 Teknik pengumpulan data
Bab III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
III.1 Pengertian
III.2 Pembahasan
Bab IV PENUTUP
IV.1 Kesimpulan
IV.2 Saran
Daftar Pustaka


BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Penderita Stroke saat ini menjadi penghuni terbanyak di bangsal atau ruangan pada hampir semua pelayanan rawat inap penderita penyakit syaraf. Karena, selain menimbulkan beban ekonomi bagi penderita dan keluarganya, Stroke juga menjadi beban bagi pemerintah dan perusahaan asuransi kesehatan.
Berbagai fakta menunjukkan bahwa sampai saat ini, Stroke masih merupakan masalah utama di bidang neurologi maupun kesehatan pada umumnya. Untuk mengatasi masalah krusial ini diperlukan strategi penangulangan Stroke yang mencakup aspek preventif, terapi rehabilitasi, dan promotif.
Keberadaan unit Stroke di rumah sakit tak lagi sekadar pelengkap, tetapi sudah menjadi keharusan, terlebih bila melihatangka penderita Stroke yang terus meningkat dari tahun ke tahun di Indonesia. Karena penanganan Stroke yang cepat, tepat dan akurat akan meminimalkan kecacatan yang ditimbulkan. Untuk itulah penulis menyusun makalah mengenai Stroke yang menunjukan masih menjadi salah satu pemicu kematian tertinggi di Indonesia.
Gaya hidup pun berpengaruh pada penyakit stroke. Pola makan seseorang jelas sangat mempengaruhi kesehatan. Masyarakat kota yang terbiasa hidup instan lebih memilih makanan yang siap saji karena kesibukan dan rutinitas. Pada masa sekarang tidak lagi memperhatikan tingkat kadar gizi pada makanan yang sangat mempengaruhi kesehatan. Pola makan yang tidak teratur jika dimulai sejak dini akan berpengaruh pada kesehatan yang dapat menyebabkan penyakit stroke, kelumpuhan bahkan kematian. Jadi pendapat bahwa penyakit ini hanya dapat terjadi pada orang – orang dewasa tidak benar tetapi penyakit ini juga dapat menyerang orang – orang yang berusia muda.


I.2 Tujuan Penelitian

Tujuan kami melakukan penelitian ini adalah:
1. Untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia.
2. Untuk mengetahui factor penyebab terjadinya Stroke.
3. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh pola hidup bagi kesehatan tubuh.
4. Untuk mengetahui cara pencegahan Stroke
5. Agar dapat memahami bagaimana kaitan penyakit stroke dengan penyakit lainnya.





I.3 Identifikasi Masalah

Adapun identifikasi masalah yang ada dalam penelitian ini adalah:
1. Mengapa pola / gaya hidup seseorang sangat mempengaruhi khususnya penyakit stroke?
2. Apakah tanda – tanda / gejala seseorang mengidap penyakit stroke?
3. Apa saja akibat – akibat dari penyakit stroke?
4. Bagaimana kaitan – kaitan penyakit lain dengan penyakit stroke?
5. Bagaimana stroke dapat menyerang seseorang?
I.4 Permasalahan

Adapun permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah pola hidup yang modern dapat menjadi pemicu terjadinya penyakit stroke di usia muda.

I.5 Perumusan Masalah

Dengan melihat latar belakang yang dikemukakan sebelumnya maka beberapa masalah yang akan dirumuskan dalam makalah ini adalah:
1. Pengertian Stroke
2. Jenis/ Bentuk/ Klasifikasi Stroke
3. Faktor Resiko
4. Mekanisme Kausal Terjadinya Penyakit
5. Tanda dan Gejala Klinis
6. Diagnosis
7. Upaya Pencegahan
8. Pengobatan

BAB II
METODE PENELITIAN

II.1 Metoda Penulisan

Dalam mendapatkan data dan Informasi, penulis mempergunakan metode sebagai berikut :

1.1.1 Browsing Internet

Adapun metoda ini merupakan dasar yang sangat penting yaitu dengan mencari beberapa data mengenai Stroke dan membacanya melalui internet, agar penulis lebih mudah dalam membuat makalah ini.

1.1.2 Studi Pustaka

Metoda kedua adalah dengan mencari litelatur mengenai Stroke di buku-buku ataupun koran dan majalah.






II.2 Sistematika Penulisan

Pada sistematika penulisan makalah ini penulis akan menjelaskan isi makalah dimulai dengan:
Bab satu, bab ini meliputi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan.
Bab dua yaitu kajian teoritis. Penulis akan membahas mengenai pengertian Stroke, jenis / bentuk / klasifikasi Stroke, faktor resiko, mekanisme kausal terjadinya penyakit, tanda dan gejala klinis, diagnosis, dan upaya pencegahan.
Pada bagian akhir penulis menyertakan daftar pustaka dan lampiran gambar-gambar mengenai Stroke.









BAB III
HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN

III.1 Pengertian

WHO mendefinisikan bahwa Stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari itu.
Menurut sumber Wikipedia, Stroke adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu. Dalam jaringan otak, kurangnya aliran darah menyebabkan serangkaian reaksi bio-kimia, yang dapat merusakkan atau mematikan sel-sel otak. Kematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu.
Pengertian Stroke menurut Iskandar Junaidi adalah merupakan penyakit gangguan fungsional otak berupa kelumpuhan saraf/deficit neurologik akibat gangguan aliran darah pada salah satu bagian otak. Secara sederhana Stroke didefinisi sebagai penyakit otak akibat terhentinya suplai darah ke otak karena sumbatan atau perdarahan, dengan gejala lemas / lumpuh sesaat atau gejala berat sampai hilangnya kesadaran, dan kematian.
Sumber lain menyebutkan bahwa Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Berkurangnya aliran darah dan oksigen ini bisa dikarenakan adanya sumbatan, penyempitan atau pecahnya pembuluh darah.

III.2 Pembahasan

III.2.1 Jenis/ Bentuk/ Klasifikasi

Stroke dibagi menjadi dua jenis yaitu Stroke iskemik maupun Stroke hemorragik. Pada Stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis (penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah) atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah ke otak. Hampir sebagian besar pasien atau sebesar 83% mengalami Stroke jenis ini. Pada Stroke iskemik, penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri yang menuju ke otak. Darah ke otak disuplai oleh dua arteria karotis interna dan dua arteri vertebralis. Arteri-arteri ini merupakan cabang dari lengkung aorta jantung. Stroke Iskemik terbagi lagi menjadi 3 yaitu:
1. Stroke Trombotik: proses terbentuknya thrombus yang membuat penggumpalan.
2. Stroke Embolik: Tertutupnya pembuluh arteri oleh bekuan darah.
3. Hipoperfusion Sistemik: Berkurangnya aliran darah ke seluruh bagian tubuh karena adanya gangguan denyut jantung.
Pada Stroke hemorragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Hampir 70 persen kasus Stroke hemorrhagik terjadi pada penderita hipertensi.




Macam-macam Penyakit Stroke
Penyakit stroke terbagi atas 3 macam :
- Stroke sementara (sembuh dalam beberapa menit/jam)
a. Tiba-tiba sakit kepala
b. Penglihatan kabur atau kehilangan ketajaman. Ini bisa terjadi pada
c. Kehilangan keseimbangan (linglung), lemah
d. Rasa kesemutan pada satu sisi tubuh

- Stroke ringan (sembuh dalam beberapa minggu)
a. Beberapa atau semua gejala di atas
b. Kelemahan atau kelumpuhan tangan/kaki
c. Bicara tidak jelas

- Stroke berat (sembuh atau mengalami perbaikan dalam beberapa bulan/tahun)
a. Koma jangka pendek
b. Kelemahan atau kelumpuhan tangan/kaki



III.2.2 Faktor Resiko

Penyakit atau keadaan yang menyebabkan atau memperparah Stroke disebut dengan Faktor Risiko Stroke. Faktor resiko medis penyakit tersebut di atas antara lain disebabkan oleh:
1. Hipertensi,
2. Penyakit Jantung,
3. Diabetes Mellitus,
4. Hiperlipidemia (peninggian kadar lipid dalam darah),
5. Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah),
6. Riwayat Stroke dalam keluarga,
7. Migrain.

Beberapa penyakit lainnya yang dapat memicu stroke antara lain :
- Fibrilasi Atrial : gangguan irama jantung penyebab stroke.
Fibrilasi Atrial (FA) merupakan gangguan irama yang paling sering terjadi. Seperti yang kita tahu penyakit stroke dapat diakibatkan oleh penyumbatan gumpalan darah (emboli) pada pembuluh darah otakyang dipicu oleh irama jantung Penderita FA memiliki kemungkinan 6 kali lipat mengalami stroke dari pada mereka yang memiliki irama jantung yang normal dan angka kematiannya lebih besar dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang memiliki irama jantung yang normal.


- Denyut cepat dan tidak teraur
Sebagian besar orang memiliki dednyut jantung istirahat berkisar antara 60-80 kali per menit. Pada penderita FA, serambi berkontraksi secara tidak teratur dan secara cepat dengan laju 400-600 kali per menit. Abnormalitas elektrik ini yang menyebebkan jantung berdenyut dengan tidak karuan, kadang cepat dan kadang lambat. Keadaan ini menyebabkan kontraksi efektif serambi jantung hilang sehingga darah cenderung lambat mengalir. Darah yang statis ini dapat memicu sistem pembekuan darah sehingga memungkinkan terjadinya gumpalan-gumpalan darah (trombus). Trombus ini dapat menggelinding bersama dengan aliran darah menuju ke pembuluh otak sehingga menimbulkan penyumbatan yang berakibat stroke.
Faktor resiko perilaku, antara lain:
1. usia lanjut,
2. obesitas,
3. merokok (pasif/ aktif),
4. Alkohol,
5. Mendengkur,
6. Narkoba,
7. Kontrasepsi oral,
8. suku bangsa (negro/spanyol),
9. jenis kelamin (pria),
10. Makanan tidak sehat (junk food, fast food),
11. kurang olah raga.


III.2.3 Mekanisme Kausal Terjadinya Penyakit

Mekanisme kusal terjadinya penyakit yaitu dari suatu ateroma (endapan lemak) bisa terbentuk di dalam pembuluh darah arteri karotis sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah. Keadaan ini sangat serius karena setiap pembuluh darah arteri karotis dalam keadaan normal memberikan darah ke sebagian besar otak. Endapan lemak juga bisa terlepas dari dinding arteri dan mengalir di dalam darah, kemudian menyumbat arteri yang lebih kecil.
Pembuluh darah arteri karotis dan arteri vertebralis beserta percabangannya bisa juga tersumbat karena adanya bekuan darah yang berasal dari tempat lain, misalnya dari jantung atau satu katupnya. Stroke semacam ini disebut emboli serebral (emboli = sumbatan, serebral = pembuluh darah otak) yang paling sering terjadi pada penderita yang baru menjalani pembedahan jantung dan penderita kelainan katup jantung atau gangguan irama jantung (terutama fibrilasi atrium).
Emboli lemak jarang menyebabkan Stroke. Emboli lemak terbentuk jika lemak dari sumsum tulang yang pecah dilepaskan ke dalam aliran darah dan akhirnya bergabung di dalam sebuah arteri.
Stroke juga bisa terjadi bila suatu peradangan atau infeksi menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menuju ke otak. Obat-obatan (misalnya kokain dan amfetamin) juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan menyebabkan Stroke.
Penurunan tekanan darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak, yang biasanya menyebabkan seseorang pingsan. Stroke bisa terjadi jika tekanan darah rendahnya sangat berat dan menahun. Hal ini terjadi jika seseorang mengalami kehilangan darah yang banyak karena cedera atau pembedahan, serangan jantung atau irama jantung yang abnormal.

III.2.4 Tanda dan Gejala Klinis

Berdasarkan lokasinya di tubuh, gejala-gejala Stroke terbagi menjadi berikut:
1. Bagian sistem saraf pusat : Kelemahan otot (hemiplegia), kaku, menurunnya fungsi sensorik
2. Batang otak, dimana terdapat 12 saraf kranial: menurun kemampuan membau, mengecap, mendengar, dan melihat parsial atau keseluruhan, refleks menurun, ekspresi wajah terganggu, pernafasan dan detak jantung terganggu, lidah lemah.
3. Cerebral cortex: aphasia, apraxia, daya ingat menurun, hemineglect, kebingungan.
Jika tanda-tanda dan gejala tersebut hilang dalam waktu 24 jam, dinyatakan sebagai Transient Ischemic Attack (TIA), dimana merupakan serangan kecil atau serangan awal Stroke. Pada sumber lain tanda dan gejala Stroke yaitu:
• Adanya serangan defisit neurologis fokal, berupa Kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh
• Hilangnya rasa atau adanya sensasi abnormal pada lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh. Baal atau mati rasa sebelah badan, terasa kesemutan, terasa seperti terkena cabai, rasa terbakar
• Mulut, lidah mencong bila diluruskan
• Gangguan menelan : sulit menelan, minum suka keselek
• Bicara tidak jelas (rero), sulit berbahasa, kata yang diucapkan tidak sesuai keinginan atau gangguan bicara berupa pelo, sengau, ngaco, dan kata-katanya tidak dapat dimengerti atau tidak dipahami (afasia). Bicara tidak lancar, hanya sepatah-sepatah kata yang terucap
• Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat
• Tidak memahami pembicaraan orang lain
• Tidak mampu membaca dan menulis, dan tidak memahami tulisan
• Tidak dapat berhitung, kepandaian menurun
• Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh
• Hilangnya kendalian terhadap kandung kemih, kencing yang tidak disadari
• Berjalan menjadi sulit, langkahnya kecil-kecil
• Menjadi pelupa ( dimensia)
• Vertigo ( pusing, puyeng ), atau perasan berputar yang menetap saat tidak beraktifitas
• Awal terjadinya penyakit (Onset) cepat, mendadak dan biasanya terjadi pada saat beristirahat atau bangun tidur
• Hilangnya penglihatan, berupa penglihatan terganggu, sebagian lapang pandangan tidak terlihat, gangguan pandangan tanpa rasa nyeri, penglihatan gelap atau ganda sesaat
• Kelopak mata sulit dibuka atau dalam keadaan terjatuh
• Pendengaran hilang atau gangguan pendengaran, berupa tuli satu telinga atau pendengaran berkurang
• Menjadi lebih sensitif: menjadi mudah menangis atau tertawa
• Kebanyakan tidur atau selalu ingin tidur
• Kehilangan keseimbangan, gerakan tubuh tidak terkoordinasi dengan baik, sempoyongan, atau terjatuh
• Gangguan kesadaran, pingsan sampai tidak sadarkan diri
Stroke dapat terjadi akibat adanya faktor resiko. Beberapa faktor resiko antara lain :
- Merokok
Halnya merokok, bagi mereka yang menjadi perokok aktif, asap rokok yang mengandung zat-zat berbahaya seperti nikotin, karbon monoksida, nitrogen oksida, dan hydrogen sianida. Bahan nikotin dengan cepat menembus sawar darah otak, lalu didistribusikan ke seluruh jaringan otak. Nikotin menyebabkan peningkatan denyut jantung, sehingga nikotin akan menurunkan HDL kolesterol dan meningkatkan LDL kolesterol,. Lalu nikotin akan masuk masuk kedalam otak melalui pembuluh darah, darah yang dipompa jantung ke otak akan tersumbat dan kemungkinan akan terjadi stroke.
- Mengkonsumsi makanan yang tidak baik
Mengkonsumsi makanan seperti fast food, yang banyak mengandung garam dan lemak dapat mengakibatkan stroke karena pada saat kita makan makanan yang banyak mengandung lemak dan garam dapat mengakibatkan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Mengkonsumsi vitamin yang banyak mengandung antioksidan sangat diperlukan namun antioksidan banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran oleh karena itu banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan sangat baik.




- Stress
Stress merupakan salah satu faktor resiko terjadinya stroke dikarenakan stress dapat mengakibatkan kadar oksigen dalam darah yang dialirkan oleh pembuluh darah menuju ke otak berlebihan dan juga mwngakibatkan hipertensi sehingga bila terjadi penimbunan lemak di dalam pembuluh darah di otak, akan sangat membahayakan pembuluh diotak karena akan tersumbat dan dapat menyebabkan stroke.

III.2.5 Diagnosis

Stroke biasanya ditegakkan berdasarkan perjalanan penyakit dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik dapat membantu menentukan lokasi kerusakan pada otak. Ada dua jenis teknik pemeriksaan imaging (pencitraan) untuk mengevaluasi kasus Stroke atau penyakit pembuluh darah otak (Cerebrovascular Disease/CVD), yaitu Computed Tomography (CT scan) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI).
CT scan diketahui sebagai pendeteksi imaging yang paling mudah, cepat dan relatif murah untuk kasus Stroke. Namun dalam beberapa hal, CT scan kurang sensitif dibanding dengan MRI, misalnya pada kasus Stroke hiperakut.
Untuk memperkuat diagnosis biasanya dilakukan pemeriksaan CT scan atau MRI. Kedua pemeriksaan tersebut juga bisa membantu menentukan penyebab dari Stroke, apakah perdarahan atau tumor otak. Kadang dilakukan angiografi yaitu penentuan susunan pembuluh darah/getah bening melalui kapilaroskopi atau fluoroskopi.

III.2.6 Upaya Pencegahan

Stroke sangat dapat dicegah, hampir 85% dari semua Stroke dapat dicegah , karena ancaman Stroke hingga merenggut nyawa dan derita akibat Stroke. Hidup bebas tanpa Stroke merupakan dambaan bagi semua orang. Tak heran semua orang selalu berupaya untuk mencegah Stroke atau mengurangi faktor risiko dengan menerapkan pola hidup sehat, olahraga teratur, penghindari stress hingga meminum obat atau suplemen untuk menjaga kesehatan pembuluh darah hingga dapat mencegah terjadinya Stroke.

III.2.7 Pengobatan

Diperkirakan ada 500.000 penduduk yang terkena stroke. Dari jumlah tersebut:
• 1/3 –> bisa pulih kembali,
• 1/3 –> mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang,
• 1/3 sisanya –> mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus di kasur.
Hanya 10-15 % penderita stroke bisa kembali hidup normal seperti sedia kala, sisanya mengalami cacat, sehingga banyak penderita Stroke menderita stress akibat kecacatan yang ditimbulkan setelah diserang stroke.
Jika mengalami serangan stroke, segera dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah penyebabnya bekuan darah atau perdarahan yang tidak bisa diatasi dengan obat penghancur bekuan darah.
Penelitian terakhir menunjukkan bahwa kelumpuhan dan gejala lainnya bisa dicegah atau dipulihkan jika recombinant tissue plasminogen activator (RTPA) atau streptokinase yang berfungsi menghancurkan bekuan darah diberikan dalam waktu 3 jam setelah timbulnya stroke.
Antikoagulan juga biasanya tidak diberikan kepada penderita tekanan darah tinggi dan tidak pernah diberikan kepada penderita dengan perdarahan otak karena akan menambah risiko terjadinya perdarahan ke dalam otak.
Penderita stroke biasanya diberikan oksigen dan dipasang infus untuk memasukkan cairan dan zat makanan. Pada stroke in evolution diberikan antikoagulan (misalnya heparin), tetapi obat ini tidak diberikan jika telah terjadi completed stroke.
Pada completed stroke, beberapa jaringan otak telah mati. Memperbaiki aliran darah ke daerah tersebut tidak akan dapat mengembalikan fungsinya. Karena itu biasanya tidak dilakukan pembedahan.
Pengangkatan sumbatan pembuluh darah yang dilakukan setelah stroke ringan atau transient ischemic attack, ternyata bisa mengurangi risiko terjadinya stroke di masa yang akan datang. Sekitar 24,5% pasien mengalami stroke berulang.
Untuk mengurangi pembengkakan dan tekanan di dalam otak pada penderita stroke akut, biasanya diberikan manitol atau kortikosteroid. Penderita stroke yang sangat berat mungkin memerlukan respirator (alat bantu bernapas) untuk mempertahankan pernafasan yang adekuat. Di samping itu, perlu perhatian khusus kepada fungsi kandung kemih, saluran pencernaan dan kulit (untuk mencegah timbulnya luka di kulit karena penekanan).
Stroke biasanya tidak berdiri sendiri, sehingga bila ada kelainan fisiologis yang menyertai harus diobati misalnya gagal jantung, irama jantung yang tidak teratur, tekanan darah tinggi dan infeksi paru-paru. Setelah serangan stroke, biasanya terjadi perubahan suasana hati (terutama depresi), yang bisa diatasi dengan obat-obatan atau terapi psikis.

III.2.8 Pengaruh pola gaya hidup

Pola/gaya hidup sangat mempengaruhi kesehatan (stroke) dikarenakan gaya hidup memegang peranan penting dalam pembentukan factor-faktor resiko terjadinya stroke seperti kebiasaan merokok, makan makanan cepat saji (fast food), jarang berolahraga. Hal demikian dapat memicunya terjadinya stroke, seperti pada halnya merokok, bagi mereka yang menjadi perokok aktif, asap rokok yang mengandung zat-zat berbahaya seperti nikotin, karbon monoksida, nitrogen oksida, dan hydrogen sianida. Bahan nikotin dengan cepat menembus sawar darah otak, lalu didistribusikan ke seluruh jaringan otak. Nikotin menyebabkan peningkatan denyut jantung, sehingga nikotin akan menurunkan HDL kolesterol dan meningkatkan LDL kolesterol,. Lalu nikotin akan masuk masuk kedalam otak melalui pembuluh darah, darah yang dipompa jantung ke otak akan tersumbat dan kemungkinan akan terjadi stroke.

Akibat-akibat stroke :
- terjadi kelumpuhan pada setengah bagian tubuh
- menurunnya sistem koordinasi pada otak
- menurunnya sistem komunikasi seperti susah untuk berbicara dan menangkap maksud pembicaraan
- gangguan emosional, emosional yang labil seperti mudah marah, gelisah, takut, sedih
- kehilangan indra rasa, seperti tidak mengetahui apa yang dipegangnya atau yang lebih parah tidak dapat mengenali bagian tubuhnya
















BAB IV
KESIMPULAN dan SARAN
IV.1 Kesimpulan

IV.2 Saran
Setelah membaca laporan penelitian kami tentang stroke,kami mengharapkan seluruh pembaca dapat menerapkan seluruh saran – saran kesehatan yang terdapat dalam lapran penelitian ini.Melihat perkembangan zaman yang kian hari semakin berkembang,kami sebagai penulis juga berharap agar seluruh lapisan masyarakat khususnya pembaca dapat mengerti tentang pentingnya pola hidup sehat di usia muda karena itu nantinya akan mempengaruhi kesehatan di usia tua nanti.Selain itu kami juga mengharapkan agar para pembaca dapat membagikan ilmu-ilmu yang ada dalam laporan penelitian kami dan bersama-sama membangun masyarakat Indonesia yang terbebas dari penyakit dan mulai menerapkan pola hidup sehat dalam rutinitas sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA
DOKUMEN Lisensi Dokumentasi Bebas GNU
BUKU ILMIAH
J, Iskandar (2007), Stroke A-Z. PT BIP-Gramedia, Jakarta.
WEBSITE
1. www.medicastore.com
2. www.wikipedia.com
3. www.yastroki.or.id

0 komentar:

Poskan Komentar